Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kupas Tuntas Tentang Juke Box, Benda bersejarah Yang Tinggal Nama

Halo Sobat Audio, jika sobat lahir di era 80-an pasti tidak asing dengan “JukeBox”, Yap, ini merupakan alat pemutar musik semi-otomatis yang terkenal di era 90-an. Pada era kejayaanya JukeBox sering kita jumpai di beberapa tempat umum seperi: Bar/kedai, Arena Bowling, Klub Malam, dan juga toko-toko ritel. 

Juke Box pertama kali di perkenlkan pada tahun 1889, mesin ini pertama kali ditempatkan di sebuah bar di sanfransisco, california. Keberadaan mesin pemutar musik ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi si pemilik bar, karena banyak tamu yang rela mengeluarkan banyak uang demi mendengar lagu kesayanganya.

Pada awal kemunculanya Juke Box sering di sebut "Nicle In The Slot Phonograph", Kemudian itu di singkat menjadi "Nicklodeon", meskipun arti aslinya adalah bioskop atau bioskop yang harganya lima sen. Definisi bioskop berasal dari akhir 1800-an, dari bahasa yunani oideion, "bangunan untuk pertunjukan," dan arti dari Juke Box petama kali di gunakan pada 1930-an

Di era 80-an Juke Box menjadi sebuah bisnis yang sangat menjanjikana, Di tahun pertama di luncurkan, 15 mesin Juke Box dikabarkan telah meraup untung sebersar $4.000 dari desember 1889, hingga mei 1890. Itu adalah titik balik besar dalam musik, dan memungkinkan artis mendapatkan aliran pendapatan kedua, dengan cara menjual Vinly.

Sejarah Awal JukeBox


Model pertama dari Juke Box di buat oleh Louis Glass, dan William S. Arnold pada tahun 1889, awalnya mereka mencoba memodifikasi Fonograf Silinder Edison yang di oprasikan dengan koin. Itu adalah Fonograf listrik kelas M edison dalam lemari kayu ek yang di pasang kembali dengan mekanisme koin kemudian di patenkan oleh Glass, dan Arnold.

JukeBox generasi pertama ini belum memiliki amplifier maka dari itu para pelanggan harus mendengarkan musik melalui serangkaian tabung pendengaran yang terhubung melalui kotak. Dalam enam bulan pertama layanannya Nicle-In-The-Slot telah menghasilkan lebih dari $1000.

Selain itu, karena pendengar hanya dapat memainkan satu silinder pada satu waktu, pilihan musik menjadi terbatas karena setiap perubahan lagu di lakukan secara manual. Awalnya masalah pemutaran ini atasi dengan memasang beberapa mesin di lokasi yang sama. Meningkatkan JukeBox untuk memainkan lebih dari satu lagu membutuhkan musik dalam bentuk yang lebih nyaman dari pada silinder logam lama.

Pada periode awal, tercatat ada beberapa sejarah perkembangan tentang JukeBox, mari kita lihat beberapa inovasi pemutar musik legendari ini secara beruruta: 

Beberapa Perkembangan Sejarah JukeBox Pada Periode Awal


Pada tahub 1887, Emile berline, seorang penemu asal jerman berhasil mematenkan sistem rekaman menggunakan Disk Datar. Emile Berliner membuka jalan bagi proses transisi dari fonograf berbasis silinder ke piringan hitam ketika ia memasarkan gramofonnya pada tahun 1890-an. 

Pada tahun 1905, John Gabel memperkenalkan “Automatic Entertainer.” sebuah pemutar musik yang di oprasikan dengan koin. Mesin ini menawarkan 24 pilihan lagu, berdasarkan 2 tumpukan catatan. itu juga secara otomatis mengubah jarum setiap rekaman, sebuah fitur yang ia terima patenya pada 26 februari 1906.

Pada tahun 1918, Hobart C  Niblack berhasil mematenkan perangkat yang mampu mengubah hasil rekaman secara otomatis. Penemunya ini mengarah ke salah satu JukeBox selektif pertama yang di perkenalkan pada tahun 1927 oleh Automated Musicial Instrument inc (AMI).

Pada tahun 1928, Justus P. Seeburg menggabungkan pengeras suara elektrostatistik dengan pemutar rekaman yang di oprasikan dengan koin dan menyediakan delapan pilihan rekaman. Versi JukeBox yang lebih baru termasuk Selectophone Seeburg, yang mencakup 10 meja putar yang di pasang secara vertikal pada poros, memungkinkan pelanggan untuk memilih dari 10 rekaman yang berbeda.

Pada tahun 1950, Seeburg Corporation memperkenalakn JukeBox komersial pertama yang di rancang untuk memainkan rekor 45 rpm yang baru. Mereka meningkatkan jumlah rekaman dari 50 menjadi 100 pada tahun1955, akhirnya mencapai 50 atau 80 per mesin setelah tahun 1958. 

Naiknya Popularitas JukeBox


JukeBox paling populer dari tahun 1940-an hingga pertengahan 1960-an. Pada pertengahan 1940-an, 75 persen rekaman yang di produksi di amerika masuk ke JukeBox.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang berkontribusi dalam keberhasilan JukeBox.

  • Selama tahun 1890-an, rekaman menjadi populer terutama melalui coin-in-the-slot-phonographs di tempat umum.
  • Selama tahun 1910-an, Fonograf benar-benar menjadi media masa untuk musik pupuler, karya orkestra bersekala besar, dan musik instrumental klasik yang menjamur kala itu.
  • Pada pertengahan 1920-an, dengan populernya pesawat radio, banyak stasiun radio di eropa, amerika serikat yang menyediakan musik secara gratis. Faktor baru ini, di tambah dengan depresi ekonomi dunia pada tahun 1930-an, membuat industri Fonograf mengalami penurunan yang serius.
  • Selama tahun 1930-an, ketika perusahaan Amerika mengandalkan hasil dari Dance Record di JukeBox untuk memenuhi pasar yang semakin berkurang. Eropa menyediakan aliran rekaman klasik yang lambat tapi stabil.

JukeBox tradisional pernah menjadi sumber pendapatan paling penting bagi penerbit rekaman. JukeBox menerima rekaman terbaru terlebi dahulu. Mereka menjadi perangkat pengujian pasar yang penting untuk musik baru, karena mereka menghitung jumlah pemutaran musik setiap judul.

JukeBox menawarkan sarana bagi pendengar untuk mengontrol musik di luar rumah mereka, sebelum teknologi audio portable menggantikanya. Mereka memainkan musik sesui dengan permintaan tanpa adanya iklan.

Kepunahan JukeBox

Era ke emasan JukeBox terjadi pada tahun 1940-an hingga pertengahan 1960-an, terutama pada tahun 1950-an. Pada pertengahan 1940-an, tiga perempat dari rekaman yang di produksi di amerika masuk ke JukeBox.

Billboard penerbit bagan rekor yang mengukur permainan JukeBox selama tahun1950-an, yang secara singkat menjadi komponen dari hot 100. Pada tahun 1959, popularitas JukeBox telah berkurang ke titik di mana billboard berhenti menerbitkan grafik dan berhenti mengumpulkan data permainan JukeBox.

Penemuan Transistor pada tahun 1950-an memicu perkembangan pesat pada sektor audio portable, tetapi ini merupakan kabar buruk bagi industri JukeBox kala itu. Dengan adanya radio portable orang-orang dapat memainkan musik kapan pun, dan di manapun mereka berada.

Transisi digital JukeBox

Nampaknya era kejayaan JukeBox konvensional sudah usai beberapa dekade lalu, mesin pemutar musik yang dulu menjadi primadona banyak orang di bar, dan restoran kini telah mengalami evolusi. Mesin kikuk yang di oprasikan dengan koin ini mendapatakan perubahan teknologi tinggi yang bertujuan untuk menghidupkan pupularitas mereka di antara generasi baru.

JukeBox di era moderen tidak lagi memakai lilin silinder atau piringan hitam lagi. Di era moderen kini jukeBox di jual sebagi barang nostalgia dengan tambahan fitur-fitur moderen yaitu: Bluethooth, Radio FM, Internet, dan Jack 3,5. Meski JukeBox sudah tidak lagi menjadi nomer satu di pasar musik, kenanganya akan tetetap membekas di hati para fans.


Posting Komentar untuk "Kupas Tuntas Tentang Juke Box, Benda bersejarah Yang Tinggal Nama"