Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tutorial Dasar Compressor Audio

Halo sobat audio, kali saya akan membahas sebuah alat yang sering di gunakan untuk mengatur lebar dinamika audio yaitu Compressor. Dynamic Range Compression (DRC) adalah proses kompresi sinyal suara untuk mengurangi sinyal yang terlalu keras (downward compression) atau memperkuat sinyal yang pelan (upward compression). Teknik kompresi ini biasa di gunakan dalam perekaman dan reproduksi suara, penyiaran, penguat suara langsung dan di beberapa amplifier instrumen.

Dulu Compressor berbentuk kotak yang di susun dalam dua unit rak yang besar, seiring berkembanganya teknologi Comprssor saat ini bisa kita jumpai dalam bentuk plugin. Plugin ini dapat kita gunakan pada software Digital Audio Workstation (DAW). 

Sebelum kita memulai cara menggunakan compresor, saya akan menjelaskan terlebih dahulu fungsi dari knop yang tersedia dalam plugin compressor. 

THRESHOLD

Threshold adalah poin penting di mana compressor akan bekerja pertama kalinya untuk mengurangi gain. Jika sinyal audio sudah melawati ambang batas Threshold maka compressor akan mulai menghaluskan suara/sinyal. Saat Threshold di -30dB maka sinyal di atas -30dB akan di hilangkan dan suara/sinyal yang lemah akan di haluskan oleh Threshold. 

RATIO

Ratio adalah Intensitas compressor atau mengurangi jumlah redaman menjadi yang sebenarnya. Ini bisa di lihat antara Ratio input dan output. Jika Ratio 2:1 berarti setiap 2dB input di atas threshold, compressor hanya membolehkan 1dB signal output. Begitu pula jika Ratio 10:1 barati bahwa setiap input di atas threshold, maka akan mudah di tebak compressor hanya akan membolehkan 1dB signal output di atas threshold.

ATTACK and RELEASE

Attack adalah waktu yang di butuhkan compressor untuk mencapai pengurangan gain setelah threshold bekerja. Contoh ketika anda mengatur Attack 10ms, jika audio telah mecapai ambang batas threshold maka memerlukan waktu 10ms untuk compressor mulai bekerja, sedangkan Release merupakan pengaturan waktu berapa lama compresor untuk melepaskan sinyal audio. Contohnya ketika anda mengatur Release 250ms maka saat compressor mulai bekerja membutukan waktu 250ms untuk kembali ke awal sinyal semula.

GAIN

Dalam proses rekaman vocal maupun instrumen terkadang ada volume yang tidak konstan. Maka dari itu di perlukan MakeUp Gain untuk meningkatkan gelombang audio yang kecil. Fitur ini sangat berguna untuk menstabilkan suara yang berada pada titik terendah (noise flor) agar semua terkompresi sempurna. 

KNEE

Knee memiliki fungsi untuk membuat kompresi semakin halus. Dengan mengatur kurva tekukan mejadi lebih melengkung perlahan dan tidak tajam. Setting Knee ini terbagi menajdi dua yaitu Soft Knee dan Hard knee.

Semua prinsip kompresor berlaku sama, bahkan untuk compressor bawaan daw lain maupun compressor pihak ke tiga. 

Cara menggunakan Compressor audio dengan benar

Setelah paham kegunaan knop pada plugin Compressor, sekarang saatnya kita menerapkannya. Kali ini saya akan menggunkan Fruity Limiter plugin bawaan Fl studio. Meski namanya limiter plugin ini juga memiliki fungsi sebagai compressor audio.

1. Pertama-tama siapkan dulu sample audio yang akan di kompres. Lalu masukkan ke dalam channel mixer dan tambahkan plugin Fruity Compressor.

2. Selanjutnya atur knop Threshold sampai hingga puncak sinyal mendorong melewati ambang batas dan memicu compressor.

3. Jika di rasa sudah pas, coba solo track yang sudah di kompresi lalu baypas dan bandingkan apakah terdengar lebih baik atau jadi lebih jelek. Metode kompresi audio ini bervariatif tergantung dari gendre, instrumen, dan vocal yang akan di kompresi jadi kalian bisa sesuaikan saja.

Gimana sobat audio, cukup mudah bukan ?. Jika kalian sudah paham, kalian bisa langsung mempraktikkannya di DAW kalian. Kalau masih ada pertanyaan lagi, kalian bisa bertanya di kolom komentar di bawah. Oke sekian dari saya terimakasih...

Posting Komentar untuk "Tutorial Dasar Compressor Audio"